Cerita Tentang Suara Kehidupan Sekitar

CALVIN ADRIANKUSUMA/8E

1. Ekolokasi adalah pengenalan bentuk melalui suara, biasanya ada pada kekelawar, ikan paus dan hewan lainnya, mereka mengeluarkan bunyi dan memantulkannya sehingga hewan tersebut mengetahui suara, bentuknya dan jarak. Ikan paus menggunakan ekolokasi adalah adaptasi penting bagi paus, yang sebelumnya mengandalkan penglihatan untuk menemukan mangsa. Menggunakan ekolokasi, paus bisa sukses memburu ikan dan cumi-cumi di perairan pantai yang penuh sendimen, serta makan pada malam hari atau di laut dalam. Pertama kali ekolokasi pada kekelawar dicetuskan oleh Donal Griffin yang bekerja bersama Robert Galambos yang menemukan kemampuan ekolokasi pada kelelawar tahun 1938. Jauh sebelum itu, pada abad ke 18, ilmuwan Italia Lazzaro Spallanzani dengan serangkaian percobaan menyimpulkan bahwa kelelawar melakukan navigasi bukan dengan penglihatan melainkan dengan pendengaran. Selanjutnya penemuan ekolokasi pada ikan paus. Wikipedia.com

 

 

 

 

 

2. 

 

 

· Sesuatu bergetar dan menciptakan sebuah gelombang bunyi.

· Gelombang bunyi ditangkap oleh daun telinga.

· Gelombang bunyi masuk ke dalam liang telinga.

· Gelombang bunyi menggetarkan gendang telinga dan diubah menjadi energi mekanik.

· Terdapat tulang pendengaran di telinga tengah: malleus, incus, dan stapes.

· Gendang telinga menggetarkan tulang pendengaran dan meneruskannya ke telinga dalam. Gangguan pendengaran konduktif biasanya terjadi di telinga tengah ini.

· Getaran Cairan di dalam koklea/rumah siput merangsang sel-sel rambut menghasilkan impuls bio elektrik.

· Kerusakan sel-sel rambut pada koklea akan mengakibatkan gangguan pendengaran sensorineural.

· Impuls listrik dari sel-sel rambut diteruskan ke otak oleh syaraf pendengaran.
Di otak, impuls dari kedua telinga tersebut diartikan sebagai suara.

Otak membutuhkan informasi yang baik dari kedua telinga agar dapat menginterpretasikan bunyi menjadi kata-kata dan membantu kita untuk memahami percakapan.

3.Resonansi merupakan peristiwa ikut bergetarnya suatu benda, karena pengaruh getaran dari benda lain disekitarnya yang mempunyai frekuensi yang sama dengan benda tersebut. Resonansi tidak bisa dipisahkan dari getaran dan bunyi, karena dari getaran tersebut resonansi akan menghasilkan suara.

Contohnya gitar, ada penemuan di LIPI, ketika pesawat luar angkasa melesat dari landasannya di Kennedy Space Center, suaranya sangat menggelegar. Beberapa kilometer darinya, para penonton harus memegang erat bangkunya karena getaran suara yang dihasilkan begitu besar sampai terasa menembus daging dan tulang. 

 

Akhir-akhir ini, artis musik country Clint Black merekam pesan-pesan dari masyarakat untuk NASA. Menurut Black, peluncuran tersebut mengingatkannya pada sesuatu yaitu dirinya sendiri.

"Tahukah Anda bahwa gitar saya ini seperti roket," katanya. Sekedar pamer untuk menunjukkan pamornya? Tidak, memang antara gitar dan roket memiliki persamaan secara ilmiah. Gitar milik Black memiliki sifat-sifat fisika mirip roket.

"Keduanya beresonansi," kata Rodney Rocha, seorang insinyur luar angkasa di Johnson Space Center (JSC) NASA di Houston. "Ketika Anda memegang gitar akustik," kata Black sambil mendemonstrasikannya, "Pertama kali yang Anda lihat dengan jelas adalah bentuk badan yang berisi rongga udara. Bentuk ruangan tersebut didesain untuk berbunyi karena getaran senar."

Saat ia memetik senar untuk nada E maka badan gitar bergetar menghasilkan suara dengan frekuensi untuk nada E juga. "Kami menyebutnya resonansi dan hal tersebut adalah bagian utama penghasil gitar hebat," kata Black.

Resonansi mungkin baik untuk gitar tapi bisa menyebabkan kecelakaan dalam pesawat," kata Rocha. "Ketika pesawat naik, mesin utamanya akan bersuara sangat keras sehingga orang yang berada dekat landasan dapat terbunuh, bukan karena panasnya tapi karena hebatnya getaran suara yang dihasilkan mesin," katanya. Mesin tersebut akan menggerakkan pesawat dengan kekuatan yang luar biasa. Getaran yang dihasilkannya juga akan masuk ke dalam ruangan-ruangan di dalam pesawat termasuk bagasinya.

"Kami tidak dapat membiarakan suara ini menghasilkan resonansi yang terlalu besar," kata Rocha. Jika hal tersebut terjadi, suara akan diperkuat sehingga getaran juga bertambah besar. Baut dan sekrup bisa jadi terlepas, dindingnya sobek, dan sendi-sendinya lepas. "Hal tersebut benar-benar akan menggagalkan misi," kata Rocha.

Bukan hanya mesin, satu-satunya penghasil suara. Setelah naik, roket akan mendorong pesawat melalui atmosfer memasuki luar angkasa. Menembus udara menghasilkan gangguan aerodinamik yang besar yang akan menggetarkan badan pesawat sehingga menghasilkan bunyi. "Anda dapat mendengarnya seperti tabrakan udara di permukaan kaca jendela mobil ketika Anda kendarai," kata Rocha.

Meskipun mencapai luar angkasa yang hampa udara, gangguan tersebut tetap ada. Getarannya dapat dihasilkan saat sebuah pesawat merapat ke wahana lain di luar angkasa atau ketika pesawat mengaktifkan roket pendorong untuk membuat manuver. Setiap mengalami tumbukan atau dorongan, roket lagi-lagi bergetar.

Kedua, resonansi suara truck yang menggetarkan kaca. Menurut daihatsu co.id. Berbagai macam klakson digunakan pada mobil, yang terbesar adalah klakson nautilus pada kapal mungkin lebih besar dari truck. Tanpa memakan arus listrik yang besar, klakson ini dapat menghasilkan suara yang lantang karena memiliki tabung angin. Sebenarnya, klakson ini termasuk ke dalam jenis klakson kapal. Namun, sudah banyak mobil yang menggunakan klakson ini. Tentu saja, jika ingin menerapkannya pada mobil, Sahabat sebaiknya memerhatikan kestabilan listrik mobil. Kekurangan dari Nautilus adalah bentuknya yang sangat besar. Selain klakson, ada juga petir atau gelombang lainnya, “kenapa kaca bisa bergetar?”Atom dan molekul udara yang dilalui oleh gelombang bunyi guntur, bergerak maju mundur. Ketika gelombang bunyi guntur tiba pada kaca jendela atau rumah, gerakan maju mundur atom dan molekul udara mendorong atom dan molekul kaca jendela dan rumah yang juga sedang bergetar. Seperti pada permainan ayunan, dorongan atom dan molekul udara seirama dengan getaran atom dan molekul kaca sehingga amplitudo getarannya semakin besar dan dapat diamati. Dengan kata lain, frekuensi gelombang bunyi guntur sama dengan frekuensi alami getaran atom dan molekul kaca jendela atau benda apapun yang ikut bergetar.


Comments

Popular posts from this blog

PAN,LAN,MAN, dan WAN